Kamis, 28 September 2017

Syahrini Ketahuan Berbohong Soal Boss First Travel. Lihat Bukti Yang Dibeberkan Netizen!


Infoteratas.com - Kasus penggelapan dana First Travel yang dilakukan Anniesa Hasibuan dan keluarganya terus diusut oleh kepolisian.
Banyak calon jamaah yang terkena sial atas kerugian yang dilakukan oleh pihak First Travel.

Namun ironisnya, Syahrini pun ikut tersandung kasus penipuan yang dilakukan oleh Anniesa.

Setelah dikonfirmasi Grid.ID dari Syahrini, ia menjelaskan hanya mendapat potongan harga bukan menjadi artis yang diendorse oleh pihak First Travel.
Selain itu Syahrini juga menjelaskan bahwa dirinya hanya bertemu satu kali dengan Anniesa, itupun di bandara.

Tapi ada yang mengganjal dari pengakuan sang Princes.
Dari akun gosip @igtainment terlihat sebuah foto Syahrini dengan Anniesa yang tengah liburan bersama.
Dalam foto tersebut tak hanya ada Anniesa dan Syahrini, melainkan adiknya Aisyahrani.
Melihat hal ini netizen malah bilang begini.

"Wadooooohhh aja deh," tulis pemilik akun @febby_adiba.
"Amnesia kali... jadi lupa," tulis pemilik akun @citra2049.

"Klo org udh jtuh smw psti ngaku g knal baik, klo aja msih eksis kyk dulu klo ktemu designer yg udh prnh ke NFW pasti bngga. Bahkan dulu mbk rainbow j dibnding2in m ini haha.. Bysa gtu lah hdup. Ambil hikmahnya aja," tulis pemilik akun @jnita_queen.

"Mungkin inces amnesia," tulis pemilik akun @ria_septivita.
"Hahahahaaa incess ngeless mode on," tulis pemilik akun @dinipuspitadewi.

"Kau bohong kau bohong lagi lagi," tulis pemilik akun @nandarizki.
"Hanya tuhanlah yg tau #sambilnyanyi," tulis pemilik akun @yusiyusepa.
"Kau bohong kau bohong lagi lagi.. Dan aku percayaaa.. Hihiii Lupa ModeOn," tulis pemilik akun @mauren03.

"Namnya artis klo udah pernah dipakai pasti ada hubungn kontak lagi , ya mmng hrus diperiksa," tulis pemilik akun @eriana.(Tribunnews.com)


Datangi Bareskrim, Jonru Ngoceh-ngoceh Lalu Teriakan Ini Bikin Kaget. Simak Videonya!


Infoteratas.com - Pemilik akun media sosial, Jonru Ginting, tidak kapok untuk menulis status pribadi di Facebook mau pun Twitter, meski karena tulisannya itu dia harus menjalani proses hukum.



 Jonru mendatangi Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi.
Dalam kasus ini, Jonru dilaporkan oleh Muannas Al Aidid karena mengunggah status di media sosial, Facebook dan Twitter.

Jonru datang didampingi oleh Lembaga Bantuan Hukum Bang Jawara dan Pengacara (Japar) sekitar pukul 15.50 WIB.

Ia mengenakan baju koko dan jaket hitam, serta celana hitam mengatung.
Jonru mengaku menjalani pemeriksaan tanpa persiapan. Ia merasa ucapannya yang dilaporkan oleh Muannas dipelintir atau tidak sesuai dengan yang diunggahnya di media sosial.

Namun, Jonru merasa tidak kecewa dengan apa yang pernah dituliskannya.
"Saya tidak menyesal, tidak ada gunanya menyesal, menyesal bikin rugi kita sendiri," ujar Jonru di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (28/9/2017).
Jonru pun mengaku belum tahu apakah akan tetap aktif di media sosial atau tidak. Terutama jika dia dijebloskan dipenjara.

Saat dikonfirmasi, apakah kapok dengan perbuatannya, Jonru berteriak di depan kantor polisi, "Insya Allah tidak. Merdeka!," ujar Jonru seraya masuk untuk menjalani pemeriksaan.
Sebelumnya, Jonru dilaporkan oleh Muanas ke Polda Metro Jaya atas tuduhan penyebaran hate speech di dunia maya. Dalam laporan bernomor LP/4153/ VIII/2017/ PMJ/Dit. Reskrimsus.

Jonru dilaporkan Muannas dengan Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45 ayat 2 Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.(Tribunnews.com)

Soal Monitor EKG Setya Novanto yang Flat, Ini Penjelasan Dokter Jantung


Infoteratas.com - Dalam foto Setya Novanto yang heboh di kalangan netizen, monitor EKG (Elektro Kardiografi) menampilkan grafik yang flat alias tidak naik-turun. Apa pendapat dokter jantung soal grafik yang oleh banyak orang dinilai 'janggal' ini?

Ahli jantung dari RS Mayapada Lebakbulus, dr. Ayuthia Putri Sedyawan, B.Med.Sc, SpJP, FIHA, menjelaskan bahwa EKG dipakai untuk mengamati rekam listrik pasien yang bermasalah dengan jantung. Alat ini digunakan di ruangan high care unit (HCU) maupun intensive care unit (ICU).

"Di situ pasti ada monitor karena kan kita mesti lihat gerakannya tensi, nadi dan lain-lain. Dan bukan hanya tensi dan nadi tapi irama jantungnya. Nah takut misalnya ada apa-apa, ada aritmia (denyut jantung yang tidak teratur) itu harus kita monitor," jelas dr Ayuthia dalam perbincangan dengan detikHealth, Kamis (28/9/2017).

Terkait grafik EKG yang tampak flat di layar monitor, dr Ayuthia menduga alat tersebut dalam kondisi tidak terpasang. Jika terpasang, setidaknya untuk nadi dan saturasi oksigen dalam darah, maka grafik akan kelihatan naik turun.

"Jadi ini most likely tidak nyambung. Artinya kalau flat gini nggak mungkin, sedangkan (pasien masih) hidup," tegas dr Ayuthia.(*)

Rabu, 27 September 2017

Kesaksian Anggota DPR yang Ada di Foto Novanto Sakit. Ternyata.......!


Infoteratas.com - Foto Ketua DPR Setya Novanto terbaring sakit di RS Premiere Jatinegara jadi perhatian. Anggota Fraksi Golkar DPR Endang Srikarti yang ada di foto memberi kesaksian soal kondisi ketum partainya itu.

"Saya kan sebagai kadernya dan saya kan juga DPR dan dia kan ketua saya, ketua DPR dan ketua umum saya, tentunya saya kan juga mesti jenguk ya," ujar Endang mengawali perbincangan dengan detikcom soal kondisi Novanto, Kamis (28/9/2017).

Endang menuturkan dia menjenguk Novanto pasca operasi pemasangan ring beberapa waktu lalu. Ia mengaku mendapat izin untuk menjenguk karena dirinya akan ke dapil (daerah pemilihan), sehingga karena takut tidak ada waktu, dia diizinkan menjenguk. 

"Itu kan Pak Novanto di ICU, kalau nggak salah abis operasi itu dan saya nggak perhatikan. Di situ hening dan tidak boleh bicara, ya sudah saya memberanikan diri untuk masuk gitu kan dan diikuti dengan susternya lalu dianter, terus nggak lama," ucap Endang.

"Kalau tidak salah nggak boleh dijaga deh karena semua di luar. Saya izin, saya kan DPR, saya minta mohon dibolehkan karena saya juga mau ke dapil takutnya nggak ada waktu lagi gitu kan sehingga diizinkan," terangnya.

Endang menerangkan dalam ruangan rawat Novanto ada banyak alat medis, sehingga dia tak leluasa bergerak. Endang mengaku takut menyenggol alat-alat medis itu. Saat dia datang, Novanto sedang istirahat.

"Saya masuk beliaukan sedang istirahat dan saya juga tidak berani untuk mengganggunya. Saya hanya melihat, berdoa, terus tidak lama," lanjutnya. (detik.com)

Ramai Dibahas, Sungkup Oksigen Setya Novanto Mirip Terapi Sleep Apnea. Ternyata Oh Ternyata........!

Infoteratas.com - Beredarnya foto Setya Novanto tengah terbaring sakit di Rumah Sakit Premier Jakarta menimbulkan banyak komentar netizen. Beberapa menilai ada kejanggalan pada peralatan yang dipakai.

Salah satunya adalah sungkup atau masker yang digunakan Setya Novanto. Diyakini, alat yang dipakai tersangka kasus e-KTP tersebut bukan merupakan sungkup oksigen melainkan sungkup alat Continuous Positive Airway Pressure (CPAP).

Karena alat tersebut dipakai juga untuk mengatasi gangguan tidur, detikHealth menghubungi pakar kesehatan tidur dari Snoring & Sleep Disorder Clinic Pondok Indah, dr Andreas Prasadja, RPSGT, untuk memastikan.

"Saya kan enggak periksa, tapi masker yang digunakan itu masker CPAP yang digunakan pada saat tidur," ujarnya saat dihubungi detikHealth, Kamis (28/9/2017).

Sungkup yang digunakan tersebut terhubung ke mesin CPAP melalui selang. Namun dalam foto tersebut, tidak terlihat penampakan mesinnya seperti apa.

Dokter yang akrab disapa dr Ade ini menjelaskan bahwa alat tersebut digunakan untuk mengatasi sleep apnea, yaitu gangguan tidur di mana napas tiba-tiba berhenti saat tidur.

"Kalau ada penyakit jantung dan punya riwayat mendengkur ya harus dilakukan pemeriksaan," saran dokter yang juga praktik di Rumah Sakit Mitra Kemayoran ini.

Gangguan sleep apnea ini cenderung terjadi pada orang yang mendengkur saat tidur, dan ini merupakan masalah serius yang tidak boleh diremehkan.

"Saluran napasnya tersumbat, bisa tersedak, batuk-batuk, henti napas. Bahaya sekali," pungkasnya.

Menderita penyakit langka, remaja ini tak bernapas saat tidur

Liam Derbyshire lahir dengan penyakit bawaan langka yang menyebabkan dia berhenti bernapas saat tidur. Saat dilahirkan, dokter menyatakan Derbyshire tidak akan bisa bertahan hidup lebih dari tiga minggu namun rupanya remaja laki-laki itu mampu bertahan hingga usia 18 tahun.

Menurut dokter, Derbyshire menderita suatu kondisi dikenal dengan hipoventilasi sentral atau "Kutukan Ondine". Diperkirakan hanya ada 1.500 orang menderita penyakit ini, namun kasus Derbyshire adalah terparah dari yang pernah ada. Karena penyakit langkanya, Derbyshire harus tidur di tempat tidur medis dilengkapi alat bantu pernapasan sepanjang hidupnya.

"Kami sangat beruntung karena dia masih diberi kehidupan sampai sekarang. Kami selalu ingin dia memiliki kehidupan normal, namun perjuangannya bertahan hidup telah melampaui semua harapan kami," kata ibu Derbyshire, seperti dilansir dari laman Oddity Central, pekan lalu.

Meski menderita penyakit langka yang memungkinkan dia untuk meninggal kapan pun setiap sedang tidur, namun Derbyshire tidak pernah menyerah. Bahkan, perkembangannya terus memukau para dokter.

"Saya tidak pernah menemukan kasus anak semacam ini yang mampu bertahan higga sekarang. Ini sangat menakjubkan. Dia adalah anak yang unik dibanding dengan anak lain di seluruh dunia," kata dokter Gary Connett yang menanganinya.
Karena kondisinya, Liam tidak akan pernah benar-benar mandiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Kedua orangtua Derbyshire terus mendampinginya setiap saat agar dia tetap bisa terawasi.


Manfaat Terapi Pernapasan pada Orang yang Sering Ngorok

Sleep apnea obstruktif (OSA) atau henti napas saat tidur yang biasa dialami oleh mereka yang sering tidur mendengkur merupakan kondisi yang tak bisa dianggap remeh karena meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. 
Berhentinya napas akan membebani kerja jantung sehingga orang yang mengalami sleep apnea pun lebih rentan terkena serangan jantung. Terlebih jika penyakit ini diikuti dengan penyakit paru obstruktif kronik (COPD), risiko kematian pun semakin tinggi.

Kabar baiknya, sebuah riset baru menemukan terapi dengan alat  continuous positive airway pressure (CPAP) dapat mengurangi risiko kematian pada penderita OSA sekaligus COPD.

Para paneliti menganalisa data dari 227 pasien dengan kedua kondisi ini. Mereka menemukan, pasien yang menggunakan terapi CPAP memiliki risiko kematian yang lebih rendah daripada pasien yang tidak. Dalam periode studi tersebut (2007-2010), ditemukan ada 17 pasien yang meninggal, mereka diketahui tidak menerima CPAP terapi.
Studi yang dipublikasi dalam Journal of Clinical Sleep Medicine tersebut mengungkap, di samping dikaitkan dengan beberapa penurunan risiko kematian, penggunaan CPAP juga mampu membuat pasien tidur beberapa jam lebih lama. Cukup tidur diketahui juga dapat menurunkan risiko kematian.

Menurut peneliti studi Dr Michael Stanchina, asisten profesor kedokteran di Brown University dan dokter di Rhode Island Hospital, hasil studi yang paling mengejutkan adalah berapapun tingkat penggunaannya, CPAP tetap dikaitkan dengan penurunan risiko kematian.

"Studi ini menambah kaya literatur tentang gabungan penyakit OSA dan CPOD, sehingga harapannya dapat mempermudah pengobatannya," ujarnya.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), COPD merupakan penyakit progresif yang membuat penderitanya sulit bernapas. Merokok diketahui merupakan penyebab utama dari penyakit tersebut.

Dan OSA merupakan penyakit karena menutupnya saluran napas yang menyulitkan udara untuk mengalir saat tidur. CPAP menjaga saluran napas tetap terbuka dengan mengalirkan udara melalui masker yang dipakai selama tidur.

 (detik.com/Merdeka.com/kompas.com)

Heboh Soal Kejanggalan di Foto Sakit Setya Novanto, Ini Jawaban Golkar


Infoteratas.com - Foto Ketua DPR RI Setya Novanto yang tengah dirawat di rumah sakit tersebar di media sosial. Dalam gambar tersebut ia tampak terbaring dengan seorang wanita yang mirip istrinya, Deisti Astriani Tagor, berada di sisi kirinya.

Terdapat alat bantu pernapasan di hidung Setya. Selang infusan juga ada di tangan Ketua Umum Partai Golkar itu.

Ketua Harian DPP Golkar, Nurdin Halid, membenarkan foto tersebut. "Saya juga ada fotonya, ya kan lagi sakit," katanya saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu, 27 September 2017.

Menurut Nurdin, dari tampilan latar belakang di foto tersebut, ia berkesimpulan gambar itu diambil saat Setya Novanto sedang dirawat di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur. Setya juga pernah dirawat di Rumah Sakit Siloam, Semanggi.

Awak media sempat mempertanyakan beberapa kejanggalan yang ada di foto tersebut. 
Misalnya, Setya tidak berbaring dengan posisi sempurna, melainkan setengah duduk.

Selain itu alat pengukur detak jantung (elektrokardiogram) yang ada di sisi kanan Setya menunjukkan garis lurus. "Masa garisnya lurus, Pak?" tanya salah seorang wartawan.

"Itu komentar kalian saja," jawab Nurdin. Wartawan pun kembali bertanya, "Kalau lurus kan mati, Pak". Nurdin pun kembali menimpalinya. "Ya sudah itu persepsi kalian saja. Kalian yang komentari kan boleh saja.

Setya Novanto pertama kali masuk rumah sakit pada 10 September 2017 lalu. Saat itu, dia disebut menderita sakit gula dan vertigo. Setelah dirawat beberapa hari di Rumah Sakit Siloam, Setya dipindahkan ke RS Premier Jatinegara untuk mendapat perawatan lebih lanjut karena menderita sakit jantung. Pada 18 September, ia menjalani operasi jantung berupa pemasangan ring. Hingga kini, ia disebut masih dirawat.

Komisi Pemberantasan Korupsi hingga kini belum memeriksa Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP. Semula KPK menjadwalkan pemeriksaan Setya sebagai tersangka pada Senin, 11 September 2017, tetapi batal karena alasan sakit itu.(tempo.co)

Bergaya Glamor, Artis Syahrini Penuhi Panggilan Bareskrim Polri. Ini Hasilnya!


Infoteratas.com -  Syahrini memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri di Gedung KKP, Jakarta Pusat, Rabu (27/9/2017).

Datang menumpangi Toyota Alphard warna putih, artis yang terkenal dengan slogan Maju Mundur Cantik itu didampingi manajer sekaligus kakaknya, Aisyahrani, tiba pada pukul 12.00.

Penampilan mantan duet Anang Hermansyah itu, terlihat mencolok karena menggunakan topi merek Gucci. Dalam situs resmi Gucci, topi jenis baseball hat with Gucci headband berwarna hitam dan putih itu dibanderol seharga Rp 5.896.650.

Celana Balenciaga warna hitam dibanderol Rp 8.710.000. Kaca mata yang digunakan perempuan yang kerap disapa Inces itu bermerk Saint Laurent.


Bila dijumlah, seluruh yang dipakai Syahrini mempunyai harga sekitar Rp 46.516.000. Itu belum termasuk harga jam tangan Rolex Oyster Cosmograph Paul Newman 6263 digadang-gadang seharga Rp 10 sampe 20 miliar.

Syahrini dipanggil Bareskrim lantaran pernah menggunakan jasa First Travel untuk umrah. Pada Maret 2017 Syahrini umrah bersama keluarganya.


Syahrini (35) juga merasa  kesal diberitakan mengenai dirinya yang ikut tersangkut kasus penipuan jasa pemberangkatan umroh, yang dilakukan oleh First Travel.
Dengan lantang, ia menjawab bahwa dirinya tidak mengenal siapa pemilik First Travel, yang dimaksud adalah Anniesa Hasibuan dan kawan-kawannya.

"Saya tidak kenal dengan yang bersangkutan (Anniesa Hasibuan). Saya tidak kenal baik, saya hanya kenal satu kali di airport saat berangkat. Jangan mengait-mengaitkan saya dengan tersangka," kata Syahrini, usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri, di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (27/9/2017).

Ia mengungkapkan dirinya kesal bahwa ia mendapat pemberitaan kepergian umrohnya beberapa waktu lalu, mendapatkan endorse oleh First Travel.
"Semuanya, keluarga saya membayar secara resmi kepada First Travel. Kemudian juga sistem kami adalah kerjasama. Saya juga keliling dunia kemanapun saya enggak pernah diendorse apalagi urusan ibadah. Masa saya diendorse," ucapnya dengan nada tinggi.
"Saya datang, memenuhi panggilan bareskrim untuk menjawab pertanyaan yang disinyalir semuanya bohong dan tidak benar," tambahnya.

Ketika ditanyakan mengenai kerjasamanya dengan First Travel, dengan nada tinggi Syahrini menjelaskan ia mendapat diskon dari kerjasama tersebut.

"Kerja samanya adalah saya pastinya dapat discount dari harga misalkan satu, jadi setengah untuk saya. Tapi keluarga saya semuanya full membayar," ujar Syahrini.
Syahrini pergi umroh ke Tanah Suci Mekkah, pada 26 Maret 2017. Sebelum berangkat, ia pun memberikan keterangan bahwa dirinya pergi ibadah bersama 19 orang keluarganya.

Syahrini pun saat itu mengatakan bekerjasama dengan First Travel dalam umrohnya kala itu, dengan mendapatkan bangku VVIP.
"Terima kasih First Travel ini luar biasa VVIP. Mempermudah kami beribadah," ungkap Syahrini.
Diberitakan sebelumnya, Syahrini dikabarkan memiliki keterkaitan dalam kasus penipuan biro perjalanan umroh First Travel, karena dirinya pernah mendapatkan endorsemen untuk berangkat umroh bersama keluarganya.(detik.com/Tribunnews.com)

Ngeri..! Sumpah Serapah Buni Yani di Ruang Sidang. Dengarnya Bikin Merinding


Infoteratas.com - Buni Yani, terdakwa kasus dugaan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik, telah menjalani 15 kali sidang.

Karena kasus ini pula, Buni Yani mengaku dipaksa mengundurkan diri sebagai dosen di tempatnya bekerja.
Meski mengaku merasa banyak dirugikan akibat digulirkannya kasus ini, Buni Yani masih dapat berkelakar ketika ditanya mengenai kondisi dirinya dan keluarganya.

"Kami baik-baik saja, alhamdulillah. Saya kelihatan tetap ganteng, kan?" ujarnya disambut tawa wartawan di Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (26/9/2017).
Penasihat hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian menambahkan, dalam kurun waktu satu tahun, Buni Yani banyak dirugikan, terutama berkaitan dengan pekerjaannya.

Dalam persidangannya, Buni Yani juga mengaku sempat diteror oleh beberapa orang. Ia mengatakan teror tersebut pernah datang di rumahnya meski baru ancaman. Ancaman via media sosial pun pernah ia dapatkan beberapa kali.

"Yang jelas Pak Buni setahun ini dirugikan, pekerjaan dicopot, penelitian dihambat. Banyak hal yang dirugikan, banyak teror," kata Aldwin Rahadian.

Agenda sidang kemarin adalah pemeriksaan Buni Yani sebagai terdakwa. Pada persidangan selanjutnya, Selasa (3/10/2017) pekan depan, JPU akan membacakan tuntutan.
Buni Yani berharap dirinya dapat dibebaskan, karena menurutnya JPU tidak dapat membuktikan kesalahannya. Ia juga berharap orang yang menuduhnya memotong video dilaknat Tuhan.

"Kalau saya memotong video, biar saya dilaknat Allah, tapi kalau saya tetap dituduh memotong video, maka orang yang menuduh saya harus dilaknat Allah, Allahu Akbar!" seru Buni Yani, disambut teriakan takbir beberapa pengunjung.

Buni Yani diseret ke meja hijau setelah unggahan potongan video mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat melakukan kunjungan ke Kepulauan Seribu, dilaporkan oleh Komunitas Advokat Ahok-Djarot (Kotak Adja).

Postingan tersebut dianggap pelapor bersifat provokatif. Buni Yani didakwa pasal 28 ayat (2) dan pasal 32 ayat (1) Undang-undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (Theofilus Richard)

Selasa, 26 September 2017

Lagi, Aksi Diplomat Indonesia "Tampar" Pemimpin Negara di Sidang PBB


Infoteratas.com - Indonesia lagi-lagi menjadi sasaran kritik dari negara-negara Melanesia terkait kondisi di Papua dan Papua Barat. Akan tetapi, sekali lagi, diplomat Indonesia berhasil membungkam kritik yang dilancarkan pemimpin negara Vanuatu, Kepulauan Solomon, Tuvalu, serta Saint Vincent dan Grenadines di Sidang Majelis Umum PBB, New York, Amerika Serikat (AS).

Jika pada 2016 Nara Rakhmatia Masista yang berbicara, maka kali ini perempuan bernama Ainan Nuran yang buka suara. Ia menyatakan bahwa sudah terlalu banyak hoaks dan tuduhan palsu yang mengarah pada Indonesia terkait kondisi di Papua dan Papua Barat.

“Sudah terlalu banyak hoaks dan tuduhan palsu yang diangkat oleh individu-individu dan para pendukungnya yang sebenarnya bermotif ekonomi terkait agenda separatisme di Papua. Berkali-kali, tuduhan palsu yang dibuat-buat mengenai kami,” tukas Ainan Nuran dalam video yang dimuat di situs PBB, Rabu (27/9/2017).


Ia menambahkan, negara-negara tersebut dibutakan oleh tuduhan, tidak mampu memahami, atau lebih tepatnya enggan memahami kondisi yang sebenarnya. Nuran menuturkan, Provinsi Papua dan Papua Barat justru sudah melalui perkembangan dan kemajuan pesat dalam tiga tahun terakhir.

Beberapa contoh dikemukakan, seperti pembangunan jalan yang sudah mencapai 4.325 kilometer (km); pembangunan 30 pelabuhan laut dan tujuh bandara baru; sekira 2,8 juta warga Papua sekarang ini mendapat pelayanan kesehatan dasar yang gratis; dan sedikitnya 360 ribu pelajar asal Papua mendapatkan akses pendidikan gratis.

“Semua itu membuat Papua dan Papua Barat menjadi wilayah dengan pertumbuhan paling cepat di Indonesia. Bapak Presiden, Papua dan Papua Barat adalah bagian integral dan berdaulat di Indonesia. Mereka akan selalu menjadi bagian integral Indonesia,” tegas Nuran.

Ia menuduh negara-negara tersebut ditipu oleh individu dengan agenda separatis untuk mengeksploitasi isu kemanusiaan di forum Sidang Majelis Umum PBB. Sebab, jika memang isu kemanusiaan adalah intinya, maka sudah seharusnya diangkat di forum yang lebih tepat, yakni saat review periodik terhadap Indonesia di Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB di Jenewa, Swiss.


Apabila memang Indonesia memiliki rahasia, tentu di zaman keterbukaan teknologi seperti sekarang, semua orang sudah pasti akan tahu. Nuran balik mengatakan bahwa Indonesia tidak mengerti bagaimana bisa negara-negara tersebut terus mendukung aksi separatis di negara lain.

“Indonesia tidak dapat memahami, bagaimana negara-negara ini terus mendukung aktivitas separatis di negara lain. Atau mungkin ini cara untuk menyembunyikan problem di dalam negeri? Apakah catatan HAM negara-negara ini bersih?” tandas Ainan Nuran dengan nada suara meninggi.


Indonesia dengan tegas menolak segala tuduhan itu. Sebab, tuduhan semacam itu melanggar prinsip-prinsip yang tertuang dalam piagam PBB. Indonesia juga tidak ingin hal ini terus berlanjut. Mengakhiri pidatonya, Ainan Nuran mengungkapkan sebuah peribahasa dalam bahasa Indonesia.

“Bapak Presiden, saya ingin menutup hak berbicara ini dengan mengutip peribahasa di Indonesia yang berbunyi, ‘Menepuk air di dulang terpercik muka sendiri.’ Terima kasih,” tutup sang diplomat.(okezone.com)

Akhirnya SMKN 6 Bandung Minta Maaf dan Jelaskan soal 'Turn Back Quran'


Infoteratas.com - Akhir-akhir ini banyak pengguna media sosial yang menyoroti penggunaan kalimat 'Turn Back Quran' yang terpampang sebagai nama suatu acara. 

Sejumlah pihak menilai rangkaian kata bahasa Inggris tersebut salah dan menimbulkan makna negatif. SMK Negeri 6 Kota Bandung meminta maaf dan menjelaskan duduk persoalannya.

Frasa 'turn back' memang sedang ramai digunakan akhir-akhir ini. Berawal dari 'Turn Back Crime' untuk melawan tindak kriminal, yang dipopulerkan Interpol dan digunakan Ditkrikum Polda Metro Jaya. 

Ada pula kampanye 'Turn Back Hoax' untuk melawanhoax. Frasa 'Turn Back Quran' pun menjadi sorotan karena dianggap memiliki makna yang justru menjatuhkan.

SMKN 6 Kota Bandung menggelar kegiatan internal bertajuk 'Turn Back Quran'. Niat penyelenggara tidak bermaksud menistakan agama. Acara itu sudah berlangsung pada 30 Maret 2017.

"Waktu acara itu, saya memang belum tahu artinya. Saran judul itu dari teman saya. Nah, kalau masalah itu, saya kira Turn Back Quran itu artinya kembali kepada Alquran," ujar Ketua Pelaksana acara 'Turn Back Quran', Irfan Nugraha, di SMKN 6 Kota Bandung, Jalan Soekarno Hatta, Selasa (26/9/2017).

Kegiatan kajian keagamaan tersebut digagas para siswa yang tergabung Rohis SMKN 6 Kota Bandung. 

Semangat acara itu, menurut Irfan, bertujuan mengajak seluruh siswa agar kembali mencintai Alquran. Lantaran penggunaan makna 'Turn Back Quran', sejumlah pihak menganggap tema kajian itu keliru

"Selaku panitia, mungkin karena keteledoran saya ya, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya. Mungkin karena kekeliruan saya ini jadi menimbulkan kesalah pahaman," ucap Irfan.

Kepala Sekolah SMKN 6 Kota Bandung Ramdan membenarkan bahwa pada Maret lalu anak didiknya menggelar acara tersebut. 

"Kalau siswa mau mengadakan kegiatan, alurnya konfirmasi dulu ke pembina. Terus dari situ ke (bagian) kesiswaan. Dari kesiswaan pasti diajukan ke kepala sekolah. Cuma waktu itu saya memang tidak melihat poster dari acara tersebut, saya hanya membaca substansinya saja," kata Ramdan di tempat yang sama.

Ramdan menyebut aktivitas siswanya ini bertujuan baik. "Keterangan acaranya itu untuk mengajak teman-teman yang lain kembali mencintai Alquran. Itu kan tujuannya baik, benar, jadi ya saya setuju," tutur Ramdan menambahkan.

Sewaktu isu tersebut muncul di beberapa media sosial, pihak sekolah langsung menindaklanjuti dengan mengkonfirmasi kepada murid bersangkutan. 

Mewakili keluarga besar SMKN 6 Kota Bandung, Ramdan menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat yang merasa terganggu dengan hal tersebut.

"Iya langsung saya konfirmasi, karena ini masalah yang berhubungan dengan agama, jadi enggak bisa di nanti-nanti. Kita bakal blocksemua postingan tentang acara tersebut. Intinya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat khususnya di media sosial yang membaca tulisan itu. Ini hanya kesalah pahaman pengertian makna saja," ujar Ramdan.(detik.com)

Massa Aksi 299 Akan Kepung DPR, Begini Reaksi Tak Terduga Kapolda Metro Jaya

Infoteratas.com - Presedium Alumni Aksi Bela Islam 212 akan menggelar unjuk rasa menolak Perppu Nomor 2 tahun 2017 tentang Ormas dan menolak kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI). Aksi tersebut akan berlangsung pada Jumat 29 September 2017 di depan Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta.

Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis tidak mempersoalkan aksi unjuk rasa tersebut, dengan catatan masing-masing massa aksi saling memegang teguh peraturan dan perundang-undangan yang berlaku yaitu menggelar aksi yang damai dan menjaga keamanan serta ketertiban Jakarta.

"Silakan berdemo tapi lakukan dengan bermartabat, dengan tertib, mari kita jaga sama-sama situasi keamanan di Jakarta ini agar Jakarta ini sebagai barometer keamanan selalu tertib dan terkendali," ungkap Idham di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (26/9/2017).
Setidaknya, sekira 20 personel gabungan TNI dan Polri yang sudah siap siaga mengawal aksi bertajuk Perppu Ormas: Anti Islam & Lindungi PKI tersebut. Bahkan Polri telah mendatangkan 50 SSK Brimob dari luar Jakarta untuk membantu pemgamanan.

Kendati demikian, Idham menepis adanya aroma anarkis dalam aksi tersebut sehingga harus menyiapkan personel sedemikian banyak. Menurutnya, pasukan itu hanya sebagai jaminan bahwa aksi berlangsung dengan aman dan damai tanpa anarkis.

"Tidak ada, kita selalu menyiapkan pasukan untuk membuat situasi Jakarta aman, tertib. Kita tidak akan underestimate, kita betul-betul menyiapkan supaya kepolisian sama TNI amankan tertib demo itu," tuturnya.

Lebih lanjut, Idham mengabarkan Polri akan memanggil pihak penanggung jawab demonstrasi untuk berkoordinasi dan menanyakan update situasi terkini sebelum sampai pada hari pelaksanaan aksi.

"Pengurusnya akan bertemu dahulu sama Badan Intelkam di Mabes Polri karena pemberitahuannya diakomodir Mabes. Kita jajaran Polda Metro siap mengamankan, prinsip elemen masyarakat yang melakukan demo kita siap amankan," pungkasnya.(okezone.com)

Akhirnya Fadli Zon Menjelaskan Hubungannya dengan Tokoh Komunis, Ternyata......!


Infoteratas.com - Foto Wakil Ketua DPR Fadli Zon dengan patung tokoh komunis asal Rusia, Lenin, ramai dibahas di media sosial. Fadli pun mengungkap alasan dia berfoto bersama patung itu dan menyebut Lenin sebagai 'kamerad'.

Fadli berpose dengan patung Lenin pada 2002 di museum patung lilin Madame Tussaud, London, Inggris. Dia mengaku tidak cuma berfoto dengan Lenin, tapi juga dengan tokoh lain, di antaranya Mahatma Gandhi.

"Kenapa ada foto dengan Lenin? Ya saya suka saja, karena saya kan memang mempelajari. Saya mempelajari Lenin, saya mempelajari Stalin. Saya kan (kuliah) sastra Rusia," ucap Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/9/2017). 

Fadli kemudian mengunggah foto itu di Facebook dengan memberi caption 'Dengan Kamerad Lenin di Madame Tussaud'. Dia lalu menjelaskan makna 'kamerad' yang disematkan ke Lenin. 

"Kamerad itu kan artinya, ada juga dalam bahasa Rusia, itu tabaris/tawaris, tapi kamerad itu ya seperti 'bung' gitu," ucap Waketum Gerindra ini. 

Foto lama Fadli Zon yang mendatangi Karl Max juga ramai disebarkan lagi. Dia mengaku memang punya hobi berziarah, mulai dari makam Lenin, makam nabi, hingga makam musisi. 

"Karena saya datang ke situ mereka adalah orang-orang yang ada di dalam sejarah dan yang saya pelajari konteksnya. Hanya itu," ujar Fadli.

Meski ziarah, Fadli menepis itu berarti dia mengidolakan semua tokoh tersebut. Seperti Stalin, Fadli mengaku tidak mengidolakan Stalin meski mendatangi makam dan hafal sejarahnya. 

Walaupun berfoto bareng patung tokoh komunis, Fadli menegaskan dia antikomunis. "Saya antikomunis kok, saya dari dulu antikomunis. Mereka tahu dan bahkan yang ngelawan kelompok komunis saya juga salah satunya. Tapi kalau saya mempelajari itu karena bidang studi saya sastra Rusia," tutur Fadli. 

Fadli Zon resmikan monumen dan makam Tan Malaka

Monumen dan makam Tan Malaka, yang terletak di Nagari Pandam Gadang, Kabupaten 50 Kota, diresmikan. Dalam peresmian pada Jumat (14/4/2017) itu, dihadiri oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan beberapa tokoh setempat, termasuk Wakil Bupati Kabupaten 50 Kota, Ferizal Adam.

Hadir juga dalam peresemian ini, pimpinan DPRD Kabupaten 50 Kota, serta para Ninik Mamak, para Datuk se-Kabupaten 50 Kota.

Pencarian panjang keberadaan Ibrahim Datuk Tan Malaka selama 63 tahun oleh keluarganya menemukan titik terang. Saat seorang peneliti sejarah asal Belanda, Herry Poeze, menemukan lokasi makamnya tahun 2007 silam.

Keluarga menyambut baik temuan makam di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, itu.



Temuan itu kemudian ditindaklanjuti dengan beberapa hal untuk meningkatkan keyakinan terhadap keberadaan jasad tokoh pergerakan nasional itu.

Ferizal Ridwan, Wakil Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat mengungkapkan, tahun 2009 pihak keluarga telah melakukan tes DNA terhadap tulang yang ada di makam itu.

Rangkaian prosesi penjemputan dan pemulangan ini berdasar dari mandat pihak keluarga yang menginginkan jasad Tan Malaka kembali dan pulang ke kampung halamannya.
Prosesi penjemputan dan pemulangan jasad Datuk Ibrahim Tan Malaka dimulai sejak tgl 16 Februari 2017. Tim delegasi mengambil beberapa genggam tanah dari makam Tan Malaka secara simbolik.



Adapun pengakuan pemerintah masih menunggu keputusan Kementrian Sosial.Selain peresmian makam Tan Malaka secara adat, juga dilaksanakan peresmian Monumen Patung 

Tan Malaka karya Perupa Bambang Win yang berkolaborasi dengan Fadli Zon.
Patung perunggu ini bobotnya mencapai 120 kilogram. Peresmian yang dilakukan juga dibalut dengan acara lain, launching Tan Malaka House and Library sebagai museum, taman bacaan, dan pusat kajian ekonomi kerakyatan.

Fadli Zon, Wakil Ketua DPR RI yang hadir dalam acara itu menaburkan bunga di makam Tan Malaka. Fadli Zon menyebut Tan Malaka adalah tokoh penting dalam pendirian Republik Indonesia.

Ia menegaskan, Tan Malaka adalah Bapak Republik, bukan hanya pahlawan nasional berdasar pada Keputusan Presiden RI No. 53, yang ditandatangani Presiden Soekarno 28 Maret 1963.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Bidang Korpolkam yang punya perhatian mendalam pada sejarah dan kebudayaan ini berpendapat, Tan Malaka adalah manusia multidimensi.
Seorang pejuang, pemikir dan visioner. Ia pernah berjuang di garis Kiri, namun tetap sangat nasionalis dan muslim yang taat.

Selain itu, Tan merupakan pemikir awal sebelum kemerdekaan Indonesia yang memiliki konsep tentang negara republik.

"Pemikiran Tan Malaka Merdeka 100% masih sangat relevan sampai hari ini. Kita bisa melihat bagaimana kondisi Indonesia harus mengedepankan kedaulatan agar bisa sepenuhnya berdaulat," ujar Fadli.

"Kedaulatan dalam hal ini adalah kedaulatan pangan, kedaulatan energi serta kedaulatan di darat, laut dan udara. Yang tak kalah penting, berdaulat dalam pemikiran sebagai bangsa yang merdeka, bukan inlander," tambah Fadli Zon.

Referensi:

FPI: Tan Malaka itu tokoh Marxis, pahlawannya PKI jadi dilarang
Sumber: https://www.merdeka.com/peristiwa/fpi-tan-malaka-itu-tokoh-marxis-pahlawannya-pki-jadi-dilarang.html

Acara bedah buku Tan Malak di C20 Library Jalan Dr Cipto, Surabaya, Jawa Timur batal digelar. Sebab, selain sempat dilarang pihak kepolisian, acara itu juga disoroti oleh pihak Front Pembela Islam (FPI) Jawa Timur.

Selain FPI, hadir juga beberapa elemen yang tergabung dalam Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jawa Timur. Mereka memprotes keras gelar acara tersebut, sebab sosok Tan Malaka adalah tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI). Mereka menyatakan tak peduli, meski Tan Malaka juga salah satu tokoh pejuang.

"Itu kan versinya PKI. Tan Malaka itu kan pahlawannya orang-orang PKI, Tan Malaka itu kan tokoh Marxis," kata Ketua Bagian Nahi Mungkar FPI Jawa Timur KH Dhofir di depan Gedung C20 Library, sembari menegaskan, kalau Tap MPR RI tentang pelarangan aktivitas partai komunis masih belaku di Indonesia.

Sementara dari pantauan di lapangan, pasca-pelarangan oleh pihak kepolisian, Gedung C20 Library terlihat sepi. Tak ada lampu penerangan alias lampu dimatikan. Bahkan, pintu gerbang bercat putih di Gedung C20 Library, juga ditempeli tulisan: Mohon Maaf, Diskusi Buku Tan Malaka dengan A Poeze pukul 18.30 WIB dibatalkan.

Puluhan anggota FPI yang dipimpin KH Dhofir sendiri, sempat menggelar karpet di depan pintu pagar. Mereka juga menggelar dialog dengan Kapolsek Tegalsari, Kompol Arif Mukti. 

"Kami tidak berdialog dengan polisi. Tadi saya minta ketemu dengan panitia acara tidak boleh," katanya.

Sementara itu, karena mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian, sekitar pukul 19.30 WIB FPI membubarkan diri. Namun pukul 19.45 WIB, mereka kembali dengan dua mobil ke lokasi acara dan kembali menggelar tikar.

"Kita akan tunggu dari kalian-kalian (wartawan) soal beritanya. Kalau acara masih digelar kita akan lawan. Tapi jangan memfitnah, bikin tulisan yang baik, kalau tulisan itu salah lebih baik saya melawan kalian-kalian," cetus dia sembari menegaskan kalau pihaknya akan terus melakukan pengawalan terkait bedah buku Tan Malaka . [ian]


FPI batalkan diskusi Tan Malaka: Apa maunya orang-orang PKI ini?
Sumber: https://www.merdeka.com/peristiwa/fpi-batalkan-diskusi-tan-malaka-apa-maunya-orang-orang-pki-ini.html


Acara diskusi Tan Malaka di C20 Library Jalan dr Cipto, Surabaya, Jawa Timur yang rencana-nya digelar malam ini (7/2) sekitar pukul 18.30 WIB, dibatalkan. Di depan lokasi, puluhan anggota Front Pembela Islam (FPI) Jawa Timur dan beberapa aparat kepolisian menjaga lokasi diskusi.

Ketua Bagian Nahi Mungkar FPI Jawa Timur Dhofir, yang turun ke lokasi saat berdialog dengan pihak kepolisian mengatakan, Islam sudah banyak memberi toleransi.

"Kita sebagai umat Islam sudah banyak memberi toleransi. Kita sudah memberi toleransi membiarkan laki-laki berkumpul dengan perempuan, hari libur yang mestinya hari Jumat diganti Minggu juga sudah kita beri toleransi, terus maunya apa orang-orang PKI ini," kata Dhofir saat berdialog dengan pihak kepolisian di lokasi, Jumat petang.

"Nanti kita umat Islam yang disalahkan," sambung dia.

Dijawab Kapolsek Tegalsari Surabaya, Kompol Arif Mukti. 

"Kami hanya mencoba menjaga keamanan. Apalagi saat ini menjelang Pemilu, kita ingin agar Surabaya tetap kondusif," jawabnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, peluncuran buku Tan Malaka di C20 Library Surabaya dibatalkan, sebab pihak kepolisian memanggil penyelenggara dan meminta diskusi buku Gerakan Kiri dan Revolusi Indonesia jilid 4 yang ditulis Harry A Poeze itu tak perlu digelar malam ini.

Sementara dari pantauan di lapangan, puluhan anggota FPI yang dikomandoi KH Dhofir menjaga ketat Gedung 920 Library yang pagarnya tertutup rapat. Bahkan, para anggota FPI menggelar karpet tepat dibawa pagar bercat putih yang ditempeli tulisan: Mohon Maaf, Diskusi Buku Tan Malaka dengan A Poeze pukul 18.30 WIB dibatalkan.

Dan hingga saat ini, mereka ngotot akan menjaga lokasi hingga memastikan acara diskusi buku Tan Malaka itu, benar-benar dibatalkan. Tak mau kalah, pihak kepolisian, baik berseragam maupun berpakaian preman juga ikut mengawasi lokasi.

FPI Ancam Bubarkan Teater Tan Malaka  
Sumber: https://m.tempo.co/read/news/2016/03/23/058756359/fpi-ancam-bubarkan-teater-tan-malaka

 Sekelompok orang yang mengaku dari berbagai organisasi Islam mendatangi pusat kebudayaan Prancis IFI, Bandung, Rabu, 23 Maret 2016. Mereka meminta aparat kepolisian membatalkan acara pementasan teater tentang Tan Malaka. "Simpelnya, kami menolak acara yang berbau komunis," kata Ketua Bidang Hisbah Front Pembela Islam DPD Jawa Barat Dedi Subu kepada Tempo di lokasi.

Ormas Islam tersebut, kata Dedi, terdiri atas anggota Gerakan Reformis Islam (Garis), FPI, dan FUI, yang mengatasnamakan warga Bandung. Acuan penolakan teater itu, menurut dia, berdasarkan Ketetapan MPR Nomor 25 Tahun 1966 dan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1999. "Penyebaran aliran komunisme dilarang di NKRI," kata Dedi. BACA: Pentas Tan Malaka Dibatalkan

Dia mengancam, kelompoknya akan membubarkan acara yang diselenggarakan Kelompok Mainteater Bandung tersebut jika tetap digelar. "Jangan sampai nanti umat Islam di Jabar khususnya di Bandung datang untuk membubarkan," kata Dedi.

Tan Malaka (1897-1949) dipilih sebagai ketua Partai Komunis Indonesia pada tahun 1921. Setelah pemberontakan PKI/FDR di Madiun ditumpas pada akhir November 1948, Tan Malaka menuju Kediri dan mengumpulkan sisa-sisa pemberontak PKI/FDR yang saat itu ada di Kediri, dari situ ia membentuk pasukan Gerilya Pembela Proklamasi. 

Pada bulan Februari 1949, Tan Malaka ditangkap bersama beberapa orang pengikutnya di Pethok, Kediri, Jawa Timur dan mereka ditembak mati di sana. Tidak ada satupun pihak yang tahu pasti dimana makam Tan Malaka dan siapa yang menangkap dan menembak mati dirinya dan pengikutnya. Tapi akhirnya misteri tersebut terungkap dari penuturan Harry A. Poeze, seorang Sejarawan Belanda yang menyebutkan bahwa yang menangkap dan menembak mati Tan Malaka pada tanggal 21 Februari 1949 adalah pasukan TNI dibawah pimpinan Letda Soekotjo dari Batalyon Sikatan, Divisi Brawijaya.

Keputusan Presiden RI No. 53, yang ditandatangani Presiden Soekarno 28 Maret 1963 menetapkan Tan Malaka sebagai Pahlawan Nasional. Tidak heran Habib Rizieq menuding bung Karno sebagai PKI. 

Jadi bagaimana menurut anda?

Infoteratas.com

Buni Yani Ngotot Minta Dibebaskan, Alasannya Bikin Gregetan!


Infoteratas.com - Terdakwa kasus dugaan pelanggaran Undang-undang Informasi Teknologi UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Buni Yani menegaskan bahwa dirinya tak bersalah.

Hal itu dikatakan Buni Yani saar hadir dalam sidang ke-15 yang digelar di gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (26/9/2017).

Buni menuturkan, dari 15 kali menjalani sidang, tak ada satu pun dakwaan jaksa penuntut umum yang bisa terbukti di hadapan persidangan.

"Enggak boleh tiba-tiba menuntut, kan (fakta) harus yang hadir di persidangan dan mereka tidak bisa membuktikan tuduhannya, tidak ada yang terbukti," ucap Buni Yani seusai sidang.

Pekan depan, Buni akan menjalani sidang ke-16 dengan agenda tuntutan jaksa. Terkait hal itu, Buni pun menyerahkan sepenuhnya terhadap jaksa.

"Kita serahkan saja itu kewenangan mereka, tapi saya sudah bilang tuntutan harus berdasarkan fakta di persidangan," kata dia.

Namun ia menegaskan bahwa dirinya harus bebas dari jerat hukum.

"Saya harus bebas pokoknya karena mereka enggak bisa membuktikan," tandasnya.(kompas.com)

Senin, 25 September 2017

Kisruh! Sidang ke-15, Buni Yani Mengamuk di Ruang Sidang

Infoteratas.com - Sidang pelanggaran UU ITE, dengan terdakwa Buni Yani kembali digelar di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (26/9/2017). Sidang ke-15 tersebut beragendakan pemeriksaan Buni Yani sebagai terdakwa.

Suasana persidangan kembali riuh. Perang argumen dengan nada tinggi menggema di ruang sidang.

Silang pendapat itu dipicu pertanyaan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menanyakan bukti dari mana Buni Yani mendapat video versi singkat pidato Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Kepulauan Seribu.

Pertanyaan JPU mengarah pada dakwaan yang menyebut Buni melanggar pasal 32 ayat 1 UU ITE karena dianggap telah memotong atau mengedit video pidato Ahok.

"Saya menegaskan, darimana anda dapat video berdurasi 30 detik itu?" tanya salah seorang anggota JPU.

"Saya mendapatkan video itu dari akun Facebook bernama Media NKRI," jawab Buni.


Anggota JPU lantas meminta Buni Yani memperlihatkan bukti jejak digital bahwa video itu diunduh melalui gawainya dari akun Facebook Media NKRI.

"Kalau benar men-download pasti bisa diperlihatkan bukti download-nya di handphone," ucap anggota JPU.

Namun, Buni tak bisa memperlihatkan bukti yang diminta oleh JPU.

"Itu kan sudah ada screenshot-nya," ucap Buni.


Tak puas dengan jawaban Buni Yani, tim JPU kembali meminta diperlihatkan bukti asli bahwa video pidato itu didapat dari akun Facebook bernama NKRI.

Lantaran merasa terpojok, tim penasihat hukum Buni Yani memperlihatkan cuplikan layar untuk meyakinkan majelis hakim jika video penggalan pidato Ahok diambil dari akun orang lain.

Kedua pihak lantas dipanggil untuk berdiskusi di meja majelis hakim. Namun pembicaraan keduanya tak terdengar audiens yang hadir di persidangan.

Tiba-tiba, tanpa diketahui pemicunya, Buni marah terhadap tim JPU di muka persidangan.

"Jangan begitu, Anda jangan main fitnah begitu," kata Buni dengan nada meninggi.

"Anda jangan memaksaan kehendak, kan sudah ada di BAP, baca saja di situ," timpal salah seorang penasihat hukum.

Perang opini antar tim penasihat hukum dan tim JPU sempat membuat suasana sidang tegang. Namun, Ketua Majelis Hakim M Saptono buru-buru mendinginkan suasana. Tak berlangsung lama, emosi kedua belah pihak mulai mereda. Sidang pun kembali dilanjutkan.(kompas.com)

Duh Gara-gara Ulah Usil Netizen, Menantu Arifin Ilham Emosi!


Infoteratas.com - Putra pertama Dai kondang KH Muhammad Arifin Ilham, Muhammad Alvin Faiz, sempat membuat heboh lantaran memutuskan menikah di usia yang sangat muda yakni 17 tahun.

Pernikahan itu dilasungkan pada Sabtu (6/8/2016) silam.
Akad nikah berlangsung di Masjid Az-Zikra, Sentul, Bogor, Jawa Barat, usai shalat Subuh.

Yang membuat pernikahan Alvin lebih heboh adalah ia menikah dengan seorang mualaf cantik keturunan Tionghoa.

Larrisa Chou, nama istri Alvin Faiz, diketahui kala itu berusia 20 tahun, 3 tahun lebih tua dibandingkan Alvin.

Larissa merupakan gadis yang hidup dan dibesarkan dalam keluarga Tionghoa.
Meski punya keyakinan yang berbeda dengan keluarga istrinya, hubungan yang terjalin antara Alvin dan keluarga Larissa tetap berjalan harmonis.

Tepat pada 9 Juni 2017 lalu, keluarga kecilnya pun telah dikarunia seorang putra yang diberi nama Muhammad Yusuf Alvin Ramadhan.

Lahirnya anak pertama mereka diungkap oleh Alvin melalui akun Instagramnya.

Bahkan Alvin telah membuatkan akun instagram untuk anak pertamanya itu dan diberi nama @yusufalvinramadhan.

Namun belum lama ini, melalui Instagram anaknya itu, Larrisa justru baru saja mengungkapkan kemarahan.

Kekesalan hati Larrisa itu dipicu karena komentar nyinyir dari seorang netizen.

Sebuah rekaman percakapan antara pemilik akun @rezrukh dan Larissa Chou di pesan pribadi Instagram diunggah Senin (25/9/2017).

Pemilik akun itu berkomentar nyinyir soal Yusuf, putra Alvin dan Larrisa.
"Sis dibandingin sm anaknya nia ramadhani emang jauh lbh ganteng magika drpd ucupppss," tulis akun itu.

"Loh terus kenapa? setiap ibu akan selalu bersyukur sama anak nya sendiri tanpa harus di banding2 in. Heran deh ya ada manusia begini," ungkap Larrisa.

Namun kekesalan hati Larrisa itu ternyata tak berhenti di situ saja.
Ia juga mengunggah capture percakapannya sembari membalas dengan kalimat yang tak kalah pedas.

"Bayi selucu ini belum punya salah dan ga ngerti apa2
Bisa2 nya di nyinyirin sama mba ini yang bahkan fisik nya pun belum tentu CANTIK
Saya ga akan emosi kalau ga bawa2 anak

Kalau sudah menyangkut anak, saya pasti akan maju.
Semua ibu itu akan selalu bersyukur dengan anaknya sendiri tanpa harus dibanding2 ini dengan orang lain.
Jadi ibu nama yang ga sedih dan kesel sih baca ginian," tulis Larrisa.

Tak hanya itu, ia juga menumpahkan kekesalan melalui Instagram Story.

"Saya seorang ibu.Yang pasti akan sedih, kesel kalau sudah ada yang bawa2 anak
Apalagi yang di nyinyirin masih bayi Perempuan yang sudah jadi ibu pasti ngerti rasanya, hal sekecil apapun kalau udah menyangkut anak itu ga main2," tulis Larrisa.


Namun ia rupanya tak mau terlalu lama menyimpan amarah tersebut.
Tak berapa lama selang mempostingnya, unggahan itu langsung dihapus. (Tribunnews.com)

Tsania Marwa Ngamuk Lihat Anaknya Dibawa ke Psikolog, Curahan Hatinya Bikin Netizen Terenyuh: Tega!

Infoteratas.com - Tsania Marwa telah resmi bercerai dengan Atalarik Syah pada Selasa, (15/8/2017).
Gugatan cerai Tsania akhirnya disetujui oleh majelis hakim Pegadilan Agama Cibinong, Bogor, Jawa Barat.
Hingga kini masih tak diketahui penyebab pasti keduanya memilih untuk bercerai.

Berbagai spekulasi akhirnya tersebar, mulai dari Atalarik yang menyukai sesama jenis hingga Tsania yang disebut telah melakukan zina.
Sebelum gugatan cerai Tsania dikabulkan, publik sudah tahu bahwa ia tidak diperbolehkan untuk menemui anaknya.
Dua anaknya yaitu Syarif Muhammad Fajri dan Aisyah Shabira memang tinggal bersama Atalarik.
Rupanya sampai perceraian selesaipun Atalarik masih menutup akses Tsania untuk bertemu dengan anak-anaknya.
Tak mengizinkan kedua anaknya bertemu ibu kandung, Atalarik justru membawa keduanya berjalan-jalan dengan wanita lain.
Wanita terbut adalah Vonny Cornelia yang diakui Atalarik sebagai sahabat lamanya.

Atalarik dan Vonny memang telah beberapa kali kepergok jalan bareng di tempat wisata dan juga pusat perbelanjaan.
Tsania sendiri tak menanggapi kabar tentang mantan suaminya yang sudah dekat dengan wanita lain.

Bintang film 'Lawang Sewu' itu baru meradang tatkala ada kabar tentang anaknya yang dibawa ke seorang psikolog.
Melalui akun Instagramnya, Tsania mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan seorang wanita dan seorang anak lelaki sedang duduk membelakangi kamera.
Foto tersebut diakui Tsania didapatnya dari enam orang pengikutnya di Instagram.
Melihat sang anak mendatangi psikolog, sebagai seorang ibu Tsania merasa hal tersebut tidaklah beres.

Tsania yang mengaku sebagai lulusan jurusan psikologi itu mengatakan bahwa yang dibutuhkan sang anak hanyalah kehadiran ibunya.
Tak bermaksud mencari sensasi atau mengumbar-umbar, Tsania menyampaikan pesan untuk psikolog yang ada di foto tersebut.

Ia mengatakan dirinya tak pernah meninggalkan kedua anaknya dan selalu menjalankan kewajibannya sebagai seorang ibu.
Sekali lagi Tsania mengungkapkan bahwa anaknya memerlukan kehadiran dirinya.
Akses yang ditutup dirasakan Tsania sebagai penghambat untuk bertemu kedua anaknya.

Berikut unggahan lengkap Tsania di akun Instagramnya.

"Sudah 6 orang follower saya di instagram yang mengirimkam foto ini.
Hati saya hancur (lagi). Anak saya, SYARIF BARU UMUR 4 TAHUN!! YANG DIBUTUHKAN ADALAH IBUNYA!!
Tapi saya selama 6 bulan terakhir sudah tidak bisa menjalankan hak dan kewajiban saya sebagai seorang Ibu.
Kenapa ANAK SAYA sampai dibawa ke psikolog anak? (tanpa mengurangi rasa apresiasi saya terhadap profesi Psikolog karena saya juga lulusan Sarjana Psikologi)
Apakah ada tanda-tanda anak saya mengalami "goncang" batin? Jawabannya hanya BUTUH IBUNYA!
Maaf sebelumnya, saya bukan maksud cari sensasi atau mengumbar-ngumbar di media sosial, tapi maksud postingan saya ini adalah ingin menyampaikan pesan ke Ibu Psikolog di foto ini :

Bu Psikolog, tanpa mengurangi rasa hormat, percayalah, saya Ibunya, saya selama 4tahun anak saya Syarif dan 2 tahun anak saya Shabira TIDAK PERNAH SEKALIPUN saya meninggalkan anak-anak ke luar kota apalagi luar negeri, diluar bekerja (yang selalu dalam kota) saya selalu bersama mereka dan menjalankan kewajiban saya sebagai seorang Ibu.
Anak saya butuh Ibunya. Dan alasan saya tidak bersama mereka karena akses saya ditutup bukan saya tidak mau.
Saya sebagai seorang Ibu Inshaa Allah selalu siap lahir batin 24 jam menjaga mereka. 
Kepada siapapun yang kenal kepada Psikolog Anak ini, saya mohon sampaikan pesan saya ya. Terima kasih 
#ps:SyarifbestrongandIloveyou."

Melihat Tsania meradang seperti itu, warganet rupanya turut merasakan hal yang sama dan mengungkapkannya di kolom komentar.

@hadijahpuji : Ya allah sampe nangis aku ngebacanya, saniamarwa serahkan semuanya pada Allah, hy allah yg membolakbalikkan hati semua orang, dan terus berdoa...... Amiin.
@lunaquw : Stiap tetes airmata mu dihitung Tuhan sabar biar Tuhan buka jln n bls smw nya utk mu say..amin.
@yanyachmad83 : Tega bgt si attalarik sm anaknya..egois gak mikirin mental anak...sabar yaa @tsaniamarwa54 ...klo benci sm ibu nya..tp jgn lah korbanin mental anak krn permaslhn kalian.
Atalarik sendiri diketahui mengunggah foto serupa ditambah dengan foto anaknya tengah berada di samping kolam ikan.
Melalui keterangan unggahannya, Atalarik seakan membenarkan bahwa anaknya dibawa ke psikolog dan melakukan konseling.(Tribunnews.com)